Berita

Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini oleh Mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang di Desa Adinuso Kec. Reban

Adinuso - Mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang adakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Adinuso Kecamatan Reban pada 11/07/2024. Berlokasi di Balai Desa Adinuso Kecamatan Reban.

Acara ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya pengurangan angka pernikahan di usia dini. Dihadiri puluhan Remaja dan acara secara langsung diisi oleh mahasiswa KKN dengan menghadirkan nara sumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Batang.

Bp. Nur Aidin, S.Sos sebagai pemateri pertama menyampaikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini dan dampak dari pernikahan dini. Kemudian materi dilanjutkan

dari Kapolsek Reban juga menambahkan pentingnya pencegahan pernikahan dini. Peserta sosialisasi sangat antusias dalam hal ini sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dalam acara ini di akhiri dengan buka puasa bersama.

Mahima Umaela Firdahusya selaku Penanggung Jawab kegiatan mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara, ia berharap kedepan dapat berdampak baik bagi masyarakat. “Program kerja KKN ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pernikahan dini, oleh karena itu kami mengusung kegiatan acara yang bertemakan pencegahan pernikahan dini, dimana hal ini sangat penting dalam upaya pengurangan angka pernikahan di usia dini. Dalam kegiatan acara ini bertujuan dapat memberikan kesadaran, terutama bagi remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap anak,” terang Mahima.

Secara khusus acara sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang komprehensif dan menyentuh berbagai aspek yang terkait dengan pencegahan pernikahan dini di Desa Adinuso. Dalam kegiatan ini menggendeng para remaja dikarenakan mereka usia produktif sehingga dari sosialisasi pencegahan pernikahan dini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dampak negatif dari pernikahan dini, seperti riseko perceraian, kehilangan pendidikan, kesehatan, dan psikologi. Sosialisasi ini juga berfungsi untuk menekankan kepada peserta agar mengutamakan pendidikan, minimal tingkat sekolah menengah atas. Selain itu, sosialisasi pencegahan pernikahan dini juga dilakukan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap penyebab dan dampak dari pernikahan usia dini.

Semoga dari terlaksana acara ini dapat berdampak terjadinya penurunan angka pernikahan di usia dini serta dapat menambah wawasan bagi para remaja sehingga lebih memperhatikan masa depan baik dari segi kebutuhan pendidik maupun yang lainnya. [admin]