Profil Desa

Tentang Kami

 

Visi Misi Desa

 

Visi

“Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Desa Adinuso yang berbudaya, damai, sehat, sejahtera, adil, merata dengan mensinergikan pembangunan Desa"

Misi

  1. Mewujudkan Pemerintahan Desa yang bertanggung jawab, adil, dan merata.
  2.  Mewujudkan Penyediaan Sarana Prasarana Pemerintahan Desa.
  3.  Pembangunan yang terarah dan terencana serta berkesinambungan.
  4.  Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan transparan serta bertanggung jawab

 

Sejarah Desa

Nama Desa “ADINUSO” terdiri dari dua kata yaitu “ADI” (berarti baik; edhum: teduh, rindang, sejuk) dan “NUSO” (berarti : Desa/Pulau/Wilayah), sehingga jika digabung memiliki arti desa yang teduh, rindang, sejuk, dan masyarakatnya baik.  Desa Adinuso terbentuk sejak zaman Mataram Kuno, hal ini diperkuat dengan adanya peninggalan sejarah/situs purbakala yang berupa Arca Nandi (Arca Sapi) dan Lapik Arca (Arca Lemari) yang sekarang disimpan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang.

Versi lain juga menyebutkan bahwa Desa Adinuso terbentuk dari peran penting ulama besar yang merupakan cikal bakal atau yang bubak Desa Adinuso dan menyebarkan agama Islam pada waktu itu yaitu Syech Musa yang makamnya berada di samping Masjid Attawakal Desa Adinuso yang merupakan murid dari Pangeran Diponegoro yang setiap malam Jumat Wage oleh warga setempat selalu diadakan Khaul. Selain makam Syech Musa, di Desa Adinuso juga terdapat makam-makam kuno yang dikeramatkan oleh warga Desa Adinuso maupun sekitarnya antara lain : makam Syech Jailani Kumbang Ali-Ali di blok Sendong (sebelah SD Adinuso 01), makam Syech Yusuf Guntur Geni di blok Gentan, makam Syech Sulaiman Raden Ngabehi di blok Kali Pajaran.

Di Desa Adinuso juga terdapat sebuah tempat yang dipercaya keramat oleh penduduk setempat yaitu "TUK LANANG" (sumber mata air) yang konon menurut cerita dapat membuat kita awet muda dan dilancarkan  segala urusannya apabila mandi di sumber mata air tersebut di malam Jum'at Kliwon lebih-lebih pada bulan Suro, tempat ini ramai dikunjungi baik dari masyarakat setempat maupun sekitarnya.

Sejak berdirinya Desa Adinuso telah mengalami beberapa pergantian Kepala Desa yang pernah menjabat. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan sebelum nama-nama tersebut di bawah ini ada Kepala Desa sebelumnya yang pernah menjabat, karena minimnya data atau dokumen yang diperoleh. Adapun nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat :

1. Bp. Rahmat (sebelum Indonesia merdeka)

2. Bp. Ahmad Nur (Lurah Rekomba)

3. Bp. Sumitro (sekitar th. 1950-1981)

4. Bp. Wahyudi Prio Suharso (1981-1989)

5. Bp. Dwi Priyono (1990-2007)

6. Bp. Wintoro (2007-2018)

7. Bp. Moh. Soleh (2018-2019)

8. Bp. Ahmad Kuwat (2019-sekarang)

 

Geografis Desa

Desa Adinuso adalah desa di Kecamatan Reban, Batang, Jawa Tengah, Indonesia. Kira-kira berjarak 2 km dari pusat kota Kecamatan dan 40 km dari Kota Kabupaten Batang dan berada di antara desa-desa yang terkenal dengan pegunungan, sehingga mempunyai hawa sejuk bahkan cenderung dingin karena sisi selatan dari Desa Adinuso adalah deretan gunung-gunung seperti Gunung Kamulyan, Gunung Perahu, dan Gunung Mayit serta dataran Dieng.

Secara adminsitrastif, Desa Adinuso terbagi menjadi 4 dusun yang masing-masing mempunyai ketinggian yang bervariasi, karena tipologi Desa Adinuso adalah daerah pegunungan. Berikut adalah dusun yang ada di Desa Adinuso :

1. Adinuso: berada di ketinggian 697 mdpl
2. Paseran: berada di ketinggian 804 mdpl
3. Sidomulyo: berada di ketinggian 738 mdpl
4. Sidoagung: berada di ketinggian 747 mdpl

Luas wilayah Desa Adinuso adalah 283,28 Ha. Penggunaan lahan di Desa Adinuso didominasi oleh pengguanaan lahan perkebunan, sawah, dan permukiman.

Demografi Desa

Desa Adinuso adalah desa di kecamatan Reban, Batang, Jawa Tengah, Indonesia. Kira-kira 40 km dari Kota Batang dan berada di antara desa-desa yang terkenal dengan pegunungan. Karena sisi selatan dari Adinuso adalah dataran Dieng meski masih cukup jauh. 

Secara adminsitrastif, Desa Adinuso terbagi menjadi 4 dusun yaitu dusun Adinuso, Sidomulyo, Sidoagung dan Paseran.

Batas-batas adminsitrastif Desa Adinuso :

Luas wilayah Desa Adinuso adalah 283,28 Ha atau 2,832 km2. Penggunaan lahan di Desa Adinuso didominasi oleh penggunaan lahan sawah, perkebunan dan permukiman. Hasil pertanian unggulan yang terdapat di Desa Adinuso diantaranya berupa Ketela, Kopi, Singkong, Jagung, Teh, Cabai, dan Padi. Secara rinci, penggunaan lahan di desa Adinuso ditampilkan pada pada tabel berikut :

Keadaan penduduk Desa Adinuso sampai dengan bulan Juni tahun 2025 adalah sebagai berikut : 

Kondisi lingkungan masih banyak terdapat persawahan dan perkebunan. Dengan hawa yang cukup dingin pada malam hari membuat orang merasakan suasana pedesaan dengan nuansa pegunungan. Suhu kalau malam hari cukup terasa dingin meskipun tidak sedingin di dataran Dieng Kabupaten Banjarnegara. Karena lingkungan persawahan dan perkebunan maka kegiatan sebagai sumber mata pencaharian penduduk asli Desa Adinuso rata-rata bekerja sebagai petani.

Dari tahun ke tahun Desa Adinuso banyak mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pembangunan sarana prasarana pun semakin meningkat. Tingkat kesadaran orangtua dalam memberikan pendidikan (menyekolahkan anak-anaknya) pada saat ini menunjukkan grafik yang terus naik. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya gelar sarjana yang disandang oleh putra-putri asli dari Desa Adinuso. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat perekonomian masyarakat Desa Adinuso rata-rata pra sejahtera, namun semangat mereka tetap tinggi untuk menyekolahkan anak-anaknya. Karena tingkat pendidikan masyarakat Desa Adinuso yang cukup tinggi baik di pendidikan formal maupun non formal, maka banyak orang Adinuso yang telah meraih sukses